TARGET 20.000 ANGGOTA DI JAWA DAN SUMATERA TAHUN 2020

Berita Kabar Buruh Nasional

oleh : Andi Naja FP Paraga

Pengantar

Jayakartapos, Optimisme Tim Konsolidasi Dewan Pengurus Pusat Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia untuk meraih tambahan 20.000 Anggota hingga Desember 2020 bukan sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan karena jumlah buruh yang belum berserikat diperkirakan masih puluhan juta orang. Tidak mustahil (K)SBSI bisa merekrut hingga angka yang diinginkan.

Perekrutan Masif

Ada beberapa komponen yang harus disiapkan untuk meraih keinginan tersebut,antara lain :

-Komponen Pengurus
Pertama Pengurus Propensi/Koordinator Wilayah(Korwil) harus ada disetiap Propensi. Korwil (K)SBSI selanjutnya membentuk Dewan Pengurus Cabang setiap Federasi di setiap Kabupaten/Kota. Jadi karena ada 10 Federasi maka disetiap Kabupaten/Kota harus ada 10 Cabang Federasi.

Kedua Dewan Pengurus Cabang(DPC) Idealnya memiliki minimal 5(lima) Pengurus Komisariat(PK) dan setiap PK beranggotakan 200 orang buruh,dengan demikian setiap DPC minimal memiliki 1000 anggota. Artinya jika setiap DPC Federasi dari 10 Federasi (K)SBSI memiliki anggota 1000 dikali 10 maka jumlah anggota per Korwil sebesar 10.000 orang buruh.

– Komponen Pembiayaan Konsolidasi

Persoalan Nilai/Angka Biaya Konsolidasi bisa relatif. Namun memang harus ada Platform Pembiayaan Minimal. Biaya Kpnsolidasi/Perekrutan Buruh/Pekerja dalam kota tentu lebih ringan dibandingkan dengan biaya Kpnsolidasi/Perekrutan.buruh/pekerja di Sektor Perkebunan. Domisili Buruh/Pekerja memang menjadi faktor penting untuk menghitung biaya konsolidasi. Jadi jika sudah mendapatkan Platform minimalnya maka tidak terlalu sulit untuk menaikkan Platform jika intensitas konsolidasi/perekrutan dinaikkan satu level lagi.

Belajar dari pengalaman Konsolidasi/Perekrutan terhadap buruh/pekerja di Kebun-kebun Sawit baik di Sumatera dan Kalimantan dimana jarak tempuh dari Kota ke Lokasi Pekerja bisa puluhan bahkan ratusan kilometer dengan menggunakan mobil,tentu pembiayaannya lebih tinggi. Kondisi Lapangan mengharuskan Tim Konsolidasi menikmati perjalanan berjam-jam tanpa boleh kosong dari bahan bakar. Platform Pembiayaan Standart dari dan ke Kebun Sawit memang harus dihitung dengan baik.

Menjaga Kesehatan Tim Konsolidasi

Ada istilah didalam masyarakat dalam hal kesehatan lebih baik mencegah daripada mengobati. Artinya menjaga/merawat kesehatan jauh lebih penting dibanding mengobati ketika sakit. Menjaga/merawat kesehatan Tim Konsolidasi harus juga menjadi prioritas. Persoalan ini harus dimulai dengan ketersediaan kebutuhan pokok dan waktu istirahat yang cukup. Jika keduanya dapat dihadirkan dapat dipastikan persoalan kesehatan dapat diatasi.

Tentu yang tidak kalah penting juga adalah ketersediaan obat-obat yang dibutuhkan minimal obat generik. Bagi Tim yang melakukan konsolidasi di Kawasan Perkebunan tentu ketersediaan obat-obatan tidak bisa dianggap sederhana karena sulit menemukan obat di perkebunan. Untuk itu sebelum merambah Wilayah Perkebunan harus memastikan apakah obat,-,obatan yang dibutuhkan sudah ada.

Efesiensi Waktu Konsolidasi

Jika target pada Desember 2020 maka waktu kerja-kerja konsolidasi itu dihitung sejak Bulan Agustus sampai dengan Bulan Desember 2020. Ada waktu 5 bulan untuk memaksimalkannya,tapi rasanya waktu maksimal yang bisa digunakan hanya 4 bulan saja. Berapapun jumlah waktu yang ada jika mampu dimanagemen dengan baik tidaklah menjadi masalah.

Efesiensi pasti melahirkan efektifitas. Jika target perekrutan pada perusahaan yang memiliki buruh/pekerja ratusan apalagi ribuan efesiensi waktu bisa diciptakan. Bertemu dengan pimpinan buruh /pekerja ditingkat perusahaan harus jadi target utama karena ketika Pimpinannya sudah diyakinkan maka tidak terlalu sulit meyakinkan anggotanya.

Dilema merekrut anggota yg memiliki perselisihan hubungan Industrial

Merekrut Buruh/Pekerja yang tengah memiliki perselisihan hubungan industrial apalagi jumlahnya besar bisa jadi anugrah apalagi (K)SBSI mampu memfasilitasi kemenangan atas kasus yang dihadapinya. Seketika peluang memiliki anggota lebih banyak terbuka lebar. (K)SBSI memiliki pengalaman yang banyak dengan fenomena ini. Namun kerapkali juga kita gagal memenangkan mereka sehingga tak ada satupun dari mereka yang bisa dipertahankan/tetap menjadi anggota.

Dari Pengalaman yang berulang-ulang ini dapat dikatakan dilema merekrut buruh/pekerja yang memiliki perselisihan hubungan industrial menjadi dilematis. Tapi mereka tetap harus direkrut sebagai wujud keperdulian dan Solidaritas atas permasalahan mereka. Untuk mempertahankan mereka memang solusinya adalah harus memenangkan perselisihannya.

Mempertahankan dan merawat Afiliasi

Pekerjaan Rumah (PR) penting bagi Tim Konsolidasi juga adalah mempertahankan dan merawat afiliasi. Tak dapat dipungkiri Organisasi Buruh/Pekerja yang berafiliasi memiliki kepentingan. Karena itu memahami kepentingannya menjadi hal yang penting.

Menurut hemat kami ada beberapa kepentingan Organisasi Buruh yang berafiliasi dan kepentingan paling utama adalah Kebutuhan Advokasi. Biasanya SB/SP yang berafiliasi memiliki kelemahan dari sisi advokasi terhadap permasalahan mereka. Jadi solusi mempertahankan dan merawat afiliasi adalah advokasi.

Faktor kedua kepentingan posisi dalam Konfederasi. Pada umumnya setiap SB/SP yang berafiliasi apalagi membawa gerbong anggota yang banyak biasanya Pemimpinnya menghendaki posisi/jabatan dalam Konfederasi. Hal ini sangat wajar. Karena itu Pengurus Konfederasi harus peka dan bisa memahami kepentingan ini. Jika tidak bisa memahami dan menfasilitasinya bisa fatal. Banyak SB/SP pindah-,pindah konfederasi dan hal ini wajar-wajat saja.

Penutup

Konsolidasi sangat Urgen dan memang tidak boleh dianggap Second Job/Pekerjaan Kedua. Karena itu membangun Tim Konsolidasi dan merancang pola kerja demi meraih target yang diinginkan merupakan Pekerjaan Besar. Selamat Bekerja dan Sukses Selalu.(ANFPP180820)

Disclaimer : Artikel ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.