UNJUK RASA ANTI OMNIBUS LAW AKAN DILAKSANAKAN TERUS MENERUS

Berita Kabar Buruh Nasional

Jayakartapos, Aksi unjuk rasa dalam rangka menolak disahkannya RUU Omnibus Law Ciptaker akan dilaksanakan sejumlah elemen buruh secara terus menerus sampai RUU tersebut batal atau ditunda pengesahannya. Prinsipnya aksi unjuk rasa menolak omnibus law RUU Cipta Kerja akan dilakukan secara terus menerus oleh semua elemen serikat pekerja. Kami akan saling bergiliran dalam melakukan aksi. Untuk 13 dan 14 Agustus 2020, KSPI belum mengagendakan aksi, karena KSPI akan melakukan unjuk rasa tanggal 25 Agustus 2020 di DPR RI. Berikut petikan wawancara dengan Sabda Pranawa Djati, SH yang juga Sekjen ASPEK Indonesia di Jakarta.

Sejauh ini, bagaimana konsolidasi antara elemen mahasiswa dan buruh dalam menolak Omnibus Law? Apa sudah pernah dilakukan rapat bersama?
Jawaban: Secara resmi belum ada rapat bersama elemen mahasiswa. Tapi dari diskusi-diskusi informal dengan mahasiswa, kami mempunyai kesamaan pandangan bahwa omnibus law harus ditolak karena akan merugikan masa depan rakyat Indonesia, termasuk merugikan para mahasiswa sebagai para pencari kerja.

Apakah elemen buruh dan mahasiswa sudah mempersiapkan tim hukum/pengacara terkait perjuangan melawan Omnibus Law?
Jawaban: Belum ada pembicaraan itu.

Apakah sudah ada dukungan perjuangan dari kelompok buruh, mahasiswa dan NGO di luar negeri terkait perlawanan menolak Omnibus Law?
Jawaban: KSPI sebagai anggota dari International Trade Union Confederation (ITUC), atau Konfederasi Serikat Pekerja Internasional, telah mendapatkan dukungan dari ITUC dalam bentuk Surat ITUC kepada Presiden Joko Widodo agar kluster ketenagakerjaan dikeluarkan dari RUU Cipta Kerja.

Apakah cabang cabang organisasi Anda sudah siap mengikuti rencana unjuk rasa menolak omnibus law termasuk jika aksi tersebut berubah menjadi chaos?
Jawaban: Kami akan maksimalkan aksi massa dari anggota kami di seluruh Indonesia. Tidak ada niat dan rencana dari kami, untuk aksi menjadi chaos (Red/Wijaya).