Unjuk Rasa Mempertanyakan Kasus Pengadaan TPU di Kabupaten Oku Sumatera Selatan

Berita Hukum
JP-Palembang, Sumatera Selatan. Sebanyak 30 orang dari Gabungan Ormas Penegak Keadilan Sumatera Selatan terdiri dari Sriwijaya Coruption Watch GPN, Frabam dan LIPPB dipimpin Reza dan Almie melakukan aksi unjuk rasa ke Mapolda Sumatera Selatan di Palembang belum lama ini untuk mempertanyakan perkembangan laporan penyidikan terhadap kasus-kasus oleh Polda Sumsel terhadap pengadaan TPU di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU, red) dengan dengan membentangkan spanduk bertuliskan “Usut Tuntas Kasus Pengadaan TPU di Kabupaten OKU”,”Tangkap Koruptor di Sumsel”,”Usut Tuntas Dugaaan Korupsi Pengadaan TPU di KabupatenOKU Tahun 2012″.
Dalam tuntutannya yang dibacakan Reza, pengunjuk rasa mempertanyakan sejauh mana perkembangan kasus dugaaan korupsi pengadaan TPU dan mempertanyakan apakah ada tersangka lain.
“Meminta Polda Sumsel mengusut tuntas dugaan korupsi yang melibatkan Johan Anwar, Wakil Ketua DPRD OKU, Hidirman yang juga pemilik tanah, Najamuddin, Kepala Dinas Sosial OKU serta Ahmad Junaidi, mantan Asisten I OKU); Meminta Polda Sumatera Selatan untuk mengembangkan kasus dugaaan korupsi tersebut dan meminta Polda untuk menjelaskan status Johan Anwar saat ini,” ujar mereka.
Pengunjuk rasa diterima dan ditanggapi oleh Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, pihaknya akan menyelidiki kembali kasus ini seperti hal serupa di Kota Pagaralam, sesuai audit BPK.
“Pihaknya telah kalah di Praperadilan, sehingga akan melakukan penghitungan ulang terhadap laporan kerugian negara dan Polda Sumatera Selatan tidak tidak main-main dalam menuntaskan kasus korupsi (Red/Bayu/Wilnas).

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.