URGENSI FORMULA E ATAU ATASI BANJIR DI JAKARTA

Berita Nasional
Foto: Anggota Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Justin Adrian, sumber foto: istimewa

 

Jayakartapos-Jakarta, Anggota Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian menilai pekerjaan rumah masalah di Jakarta sangat kompleks khususnya persoalan banjir, macet dan ketersedian air bersih yang semakin mengkhawatirkan masyarakat tapi mengapa Gubernur DKI Jakarta fokus menyelenggarakan Formula E, padahal ketika melihat warga di Kramat Jati secara swadaya memperbaiki tanggul bahkan kepercayaan warga sudah hilang terhadap Musrembang akibat dampak banjir yang belum dapat teratasi.

Padahal yang terkena dampak langsung dari banjir adalah masyarakat, seperti kasur mereka dari awal tahun sudah keredam banjir ternyata beberapa kali kena banjir, bagi mereka itulah salah satunya harta mereka miliki. Sementara kita dengan bangga bertepuk dada dalam ajang balap internasional Formula E. Kalau Formula E untung pasti swasta sudah bikin, kenapa Gubernur tidak menuntaskan permasalahan krusial Jakarta seperti banjir, kemacetan dan krisis air bersih yang sangat panjang rangkaian proses penyelesaiannya.

“Semenjak Anies menjabat Gubernur DKI Jakarta total APBD DKI Jakarta sudah mencapai 250 triliyun namun demikian tidak ada upaya Gubernur DKI Jakarta mengatasi masalah banjir, cinta memang tidak dapat dibeli dengan uang tapi infrastuktur pengendalian banjir dapat dibangun dengan kekuatan APBD, “katanya, Senin (2/3/2020).

Dia menuturkan bahwa anggaran yang digelontorkan untuk Formula E sebesar 1,6 T dengan commitment fee sebesar Rp. 360 milyar dan Formula E tidak masuk dalam RPJMD sehingga disebut proyek strategis. Sikap PSI dalam pandangan fraksinya menolak diselenggarakan Formula E karena tidak ada pengkajian keuntungan. Selain itu, pemberian DP 360 Milyar itu terlalu besar yang kiranya untuk perbandingan dapat dicek ke negara lain yang pernah menyelenggarakan.

Anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta tersebut mengingatkan, kita harus memiliki rasa empati kepada masyarakat yang lagi dalam kondisi kesusahan. Dapat kita lihat perbandingan dari anggaran banjir dan formula E, yang mana anggaran banjir di era Anies Bawesdan mengalami penurunan signifikan yang semula tahun 2017 sebesar 3,1 T terus menurun menjadi 1,4 T di tahun 2020.

Disisi lain, ajang Formula E di negara yang pernah menyelenggarakan kurang peminatnya karena mobil listrik berbeda dengan balapan Formula 1. Selain itu, belum ada pengisian stasiun tenaga listrik di Jakarta dan masih sangat baru ajang Formula E di Indonesia”, ujarnya.

Reporter: Deny SP